Pengaruh Pemberian Hindmilk Air Susu Ibu pada Status Gizi Bayi Berat Lahir Rendah

Body: 

Sari Pediatri, Vol. 24, No. 4, Desember 2022

Pengaruh Pemberian Hindmilk Air Susu Ibu pada Status Gizi Bayi Berat Lahir Rendah

Zenny Nugraheni1, Harsono Salimo2, Lilik Retna Kartikasari3, Setya Wandita 4

1Program Studi Ilmu Gizi Klinik, 2Departemen Ilmu Kesehatan Anak, 3Departemen Ilmu Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta, 
3Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada/RSUP Dokter
Sardjito Yogyakarta

Latar belakang. Air susu ibu eksklusif dianjurkan diberikan pada bayi berat lahir rendah (BBLR), tetapi pertambahan berat badannya sering tidak memadai. Hindmilk merupakan bagian air susu ibu (ASI) yang mengandung kalori dan lemak tinggi.
Tujuan. Untuk mengetahui apakah pemberian hindmilk meningkatkan status gizi yang lebih baik daripada ASI standard.
Metode. Penelitian Randomized Control Trial dilakukan di unit perawatan neonatus antara Februari-Mei 2022. Kriteria inklusi adalah bayi dengan berat lahir 1000-2000 gram yang berumur 0-30 hari, sudah minum penuh ASI eksklusif,  dan payudara ibu mampu memroduksi ASI minimal 200 mL/hari. Kriteria eksklusi adalah bayi dengan kelainan bawaan, gangguan metabolik, ibu COVID-19, atau ada kontra-indikasi pemberian ASI. Subjek yang sesuai kriteria inklusi dan eksklui dirandom dengan cara blok untuk dimasukkan dalam kelompok perlakuan (hindmilk) atau kontrol (ASI standard).
Hasil. Terdapat 54 subjek yang masuk penelitian yang terbagi pada kelompok hindmilk (28 subjek) dan kelompok ASI standard (26 subjek). Penurunan status gizi sangat kurus pada kelompok hindmilk ASI lebih banyak daripada ASI standard (71,42% vs 57,69%). Peningkatan status gizi lebih baik pada kelompok hindmilk (p=0,019).
Kesimpulan. Peningkatan status gizi pada BBLR yang diberi hindmilk lebih baik daripada ASI standar. Sari Pediatri 2022;24(4):268-72
Kata kunci: randomized controlled trial, hindmilk, air susu ibu, bayi berat lahir rendah (BBLR), status gizi 

Alamat korespondensi: Setya Wandita. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, UGM, Yogyakarta. Jl. Farmako Sekip Utara, Yogyakarta. Email: tioiding@yahoo.com; Zenny Nugraheni. Ilmu gizi klinik UNS. Jl Ir Sutami No 36 Kentingan, Jebres Surakarta Email: sweet_zn@yahoo.co.id