HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN JEBRES SURAKARTA

Body: 

Avicenna : Journal of Health Research, Vol 7 No 1. Maret 2024 (85 - 91)

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN JEBRES SURAKARTA

 Evi Rokhayati1 , Yulistya Hani2 , David Anggara Putra3 1,3

1,3 Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Rumah Sakit Dr Moewardi Surakarta 2 Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas

ABSTRAK

Latar Belakang : Diare merupakan salah satu penyebab kematian balita di Indonesia. Berbagai faktor memengaruhi diare, seperti, sanitasi yang meliputi ketersediaan jamban, sampah, dan saluran pembuangan air limbah.. Kebersihan air, sanitasi, dan higienitas memiliki 88% peran dalam kematian balita akibat diare. Hal tersebut mendasari perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah faktor risiko tersebut selalu berhubungan di seluruh daerah serta apakah faktor risiko tersebut masih relevan di masa kini.

Metode: Cross sectional di Puskesmas Kecamatan Jebres Surakarta. Subjek penelitiannya balita dan ibu balita. Analisis data dengan rank spearman.

Hasil: Sampel berjumlah 51 orang. Berdasarkan analisis bivariat nilai p=0,03 pada ketersediaan jamban berhubungan signifikan dengan diare. Sedangkan variabel lainnya tidak menunjukkan hubungan signifikan.

Simpulan: Ketersediaan jamban berhubungan signifikan dengan kejadian diare. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara tempat sampah, dan SPAL dengan kejadian diare pada balita.

Kata Kunci: Diare, Balita, Sanitasi