Prosiding KONGRES XV & HUT KE – 52 PAAI 2023 - 4th LUMMENS: “The Role of Gut-Brain Axis in Indonesian Human Development”
HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DAERAH PINGGIRAN KOTA
Selfi Handayani1, Nur Dewi Kartika Sari2, Endang Listyaningsih S3, Annang Giri Moelyo4
1Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
2Bagian Kebidanan Sekolah Vokasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
3Bagian Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
4Program Studi Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
Email Korespondensi: selfihandayanai@staff.uns.ac.id
ABSTRAK
Latar Belakang: Anemia dapat diidentifikasi dengan mengetahui kadar hemoglobin darah. Telah jamak diketahui bahwa anemia mempunyai keterkaitan dengan status gizi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia dengan status gizi pada anak usia sekolah dasar di perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, daerah pinggiran kota Surakarta Jawa Tengah, Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah siswa berusia 7 hingga 12 tahun sebanyak 72 orang. Seluruh subjek diperiksa tinggi badan dan berat badannya kemudian dihitung IMT. Status gizi ditentukan dengan rumus IMT/U dan dikategorikan berdasarkan Z-score sebagai berikut Obesitas (> +2 SD), gizi lebih (+1 sd +2 SD), normal (-2 sd +1SD), kurang (-2 sd -3 SD), dan gizi buruk (> -3 SD). Untuk mengukur HB digunakan darah vena dan diperiksa menggunakan fotospektrometri. Anemia dibagi 2, yaitu kelompok anemia dan tidak anemia. Jika kadar hemoglobin siswa di bawah 11 g/dL dianggap anemia, dan > 11 g% tidak anemia. Uji Chi-Square digunakan dalam analisis data.
Hasil: Hasil pemeriksaan status gizi siswa menunjukkan 81,94% (59) siswa normal, 9,73% (7) kelebihan berat badan, 6,94% (5) obesitas, dan 1,39% (1) gizi kurang, sedangkan kejadian anemia menunjukkan mayoritas responden tidak anemia (93,06%) dan 5 anak anemia (6,94%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa dari 4 anak berstatus normal mengalami anemia (6,7%), 1 anak dengan gizi lebih mengalami anemia (14,28%); sedangkan 1 orang gizi kurang dan 5 orang obesitas tidak mengalami anemia. Tidak terdapat hubungan bermakna antara anemia dengan status gizi (p=0,79).
Diskusi: Sebanyak 6,04% murid yang diteliti mengalami anemia. Sebagian besar siswa yang diteliti mempunyai status gizi normal (81,46%). Tidak terdapat siswa yang mengalami gizi buruk. Prevalensi anemia lebih kecil dibandingkan dengan angka nasional. Anemia terjadi pada siswa yang mempunyai status gizi normal dan obese. Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi dan status anemia seorang anak.
Simpulan: Tidak ada hubungan antara anemia dengan status gizi pada anak usia sekolah dasar di daerah pinggiran kota di Sukoharjo-Karanganyar.
Kata-Kata Kunci: anemia, kadar hemoglobin, status gizi, daerah pinggiran kota

